Berorganisasi merupakan salah satu pilihan kaum muda untuk belajar bagaimana menambah wawasan, melatih soft skill, mencari relasi dan jaringan, belajar bertanggung jawab, melatih menegement waktu dll. Maka masuk dalam sebuah organisasi memiliki nilai yang sangat positif.

Dalam berorganisasi seseorang dituntut untuk patuh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi tersebut, juga tata tertib yang berlaku.

Memilih bergabung pada sebuah organisasi berarti merelakan waktu kita untuk memikirkan, bergerak memajukan organisasi, tidak hanya untuk menyombangkan diri pada orang-orang bahwa kita masuk pada organisasi atau bahkan memajang nama kita di struktural organisasi, bahkan lebih parah untuk memenuhi CV tapi feedback untuk organisasi NOL BESAR.

Akhi-akhir ini saya sering memperhatikan semangat para anggota atau pengurus organisasi, berikut asumsi saya terkait pasang surut semangat berorganisasi.

  1. Aktif di awal.

Banyak pengurus ataupun anggota dalam sebauh organisasi yang sangat semangat menjalani organisasi diawal-awal masuk atau diawal-awal menjabat. Datang tepat waktu, selalu hadir dalam setiap kesempatan misalnya, namun dipertengahan semangat berorganisasi mulai kendor, jarang terlihat dan akhirnya tarrraaaaa menghilang begitu saja. Mungkin jika dalam hubungan percintaan biasa disebut dengan ”ditinggal pas sayang-sayangnya”. Wkwkwkwk

Mungkin ada juga yang sudah mulai bosan mengikuti organisasi tersebut karena tidak banyak memberikan dampak pada dirinya, lantas memutuskan untuk memilih organisasi baru. Atau mungkin juga sedang fokus dengan target yang harus ia capai, mungkin juga ia memiliki sebuah tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan, tuntutan kerjaan misalnya.

2. Aktif di tengah

Tak jarang juga anggota atau pengurus organisasi yang dari awal jarang keliatan dengan alasan klasik “Kesibukan”, walaupun semua orang memiliki kesibukannya masing-masing ternyata alasan klasik seperti kesibukan masih relevan digunakan. Ya kita husnudzan saja mungkin organisasi memiliki feedback untuk organisasi, atau mungkin juga organisasi sebagai pelarian dari kesibukannya itu wkwkwkwk.

3. Aktif di akhir.

Ada juga loh anggota atau pengurus organisasi yang mulai aktif diakhir-akhir mendekati konferensi ataupun musyawaroh besar apapun itu sebutannya lah ya wkwkwkw, orang yang mulai aktif diakhir sering diartikan memiliki kepentingan entah itu mencalonkan dirinya sendiri atau menjadi timses wkwkwkwk. Namun tidak semuanya seperti itu, mungkin saja mereka memiliki hidayah hahaha untuk aktif kembali, atau mungkin sudah menyadari bahwa organisasi memiliki pengaruh yang besar dalam hidupnya bermasyarakat.

Sebagai anggota ataupun pengurus yang baik setelah kita memilih untuk masuk kedalam organisasi seharunya kita memahami betul konsekuensi yang akan kita temui selama berorganisasi, banyak menyita waktu, pikiran, tenaga, materi misalnya. Tentu semua itu ada feedbacknya untuk kita dan tidak instan atau ujug ujug begitu nitizen yang budiman wkwkwk, asalkan kita sungguh-sungguh dalam menjalaninya, menikmati semua prosesnya hingga kelak kita menyadari dengan sendirinya oh ini toh manfaat ikut berorganisasi, oh ini toh, oh ini toh dan seterussssssssnyaaaaa.

Baiklah segitu dulu ya, mungkin tak sedikit yang tertera diatas merupakan pengalaman pribadi saya wkwkwkw, ataupun yang saya terima dari beberapa teman yang ikut organisasi hehe.

Mohon banget jika tulisannya tidak sesuai dengan unsur penulisan wkwkwkwk. Harap Maklum, OK!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Send a Message
1
×
Hallo, Ada yang bisa kami bantu?